BURUNG MURAY BATU

  • Home
  • Contact Us
  • About Us
  • Tips
  • INFO
Home » Info » Cara Budidaya Anakan Burung Muray Batu

Sunday, 28 September 2014

Cara Budidaya Anakan Burung Muray Batu

      Dikarenakan sekarang ini sangat sulit sekali untuk mendapatkan burung muray dari hutan. Maka saat sekarang ini banyak orang yang melakukan usaha penangkaran atau pembudiayaan  burung muray batu, hal itu dilakukan untuk mempermudah mengembakbiakan burung muray batu. Namun usaha penangkaran atau pembudiayaan burung muray batu tidaklah mudah, butuh kerja keras, tekun dan perlu mempelajari secara mendetil. Karena pada dasarnya semua hewan termasuk burung muray batu biasa hidup di alam, maka penangkar mesti mencari cara agar supaya usaha penangkarannya berhasil.
     Di kalangan penangkar burung muray batu terdapat dua cara atau model : yaitu pembesaran secara semi alami atau dengan kata lain si induk muray batu sendiri yang melakukan pengasuhan, penglolohan kepada anaknya sendiri. Penangkar hanya perlu menyediakan tempat dan pakan yang cukup saja untuk pakan induk dan anaknya. Untuk yang semi alami tidakperlu kita bahas karena induknya dipastikan lebih pintar dari pada kita. Sedangkan cara kedua adalah anakan diangkat dari sarang pada umur tertentu untuk kita asuh dan diloloh oleh penangkar. Untuk cara kedua dibutuhkan ketrampilan khusus dan ketekunan penangkar. Karena penangkar dituntut untuk mengetahui kebiasaan induk muray batu dalam mengasuh anaknya.
Untuk cara pertama atau semi alami penangkar hanya perlu merawat kandana dan menyediakan segala kebutuhan indukan dalam merawat anakan muray batu. Penangkar tidak perlu susah payah dan tidak repot dalam memberi makan ke anakan muray batu. Yang penting kita perlu mencukupkan porsi makan untuk induk dan keperluan lolohan untuk anakan muray. Contoh diperkirakan induk jantan muray biasa mengkonsumsi 30 ekor jangkrik/hari begitu jut indukan betinanya. Jadi untuk memenuhi kebutuhan pakan induk perlu disediakan 60 ekor jangkrik/hari. Sedangkan untuk masing-masing anakan muray yang berusia diatas 1 minggu diperlukan kira-kira 15-20 ekor jangkrik perhari, jadi apabila ada 2 ekor anakan diperlukan sekitar 40 ekor jangkrik/hari. Apabila ditotal pakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan induk dan anak adalah 100 ekor jangkrik/hari. Kroto , cacing dan belalang hijau juga diperlukan untuk pelengkap kebutuhan serat ( karena bisa kita ketahui bahwa belalalng hijau selalu mengkonsumsi tumbuhan hijau ) pakan keluarga muray batu.
     Cara kedua adalah penangkar meloloh sendiri anakan muray batu setelah berumur diatas 1 minggu. Ciri anakan bisa dipisah dari induknya adalah anak muray batu bulunya sudah tumbuh bulu paku. Cara seperti ini perlu ketekunan kan pengetahuan khusus, penangkar sedikit repot, kerja yang ekstra keras karena diperlukan waktu yang tetap dan takaran pakan yang tepat untuk meloloh anakan muray batu. Salah sedikit saja akan berakibat kurang baik kepada anakan muray batu, atau pada kasus yang lebih fatal bisa menyebabkan kematian kepada anakan muray batu. Anakan muray batu diletakan kedalam kotak berukuran lebar X panjang X tinggi = 25x25x25 yang mempunyai fungsi sebagai inkubator tanpa lampu (untuk daerah yang bersuhu hangat). Hanya saja kotak inkubator tersebut harus ditempatkan diruangan yang berlampu diletakan di atas inkubator. Kotak inkubator terbuat dari triplek dicat, pintu depan agal lebar selanjutnya dilubangi dan jangan lupa di kasih kain kasa anti nyamuk. Usahakan suhu untuk anakan muray batu sekitar 29 derajat celsius – 33 derajat celsius. Untuk mengetahui suhu udaranya ada baiknya taruh termometer disalam kotak inkubator. Apa bila terlalu panas kita bisa mematikan lampu yang terletak diatas inkubator. Penangkar perlu meloloh anakan muray batu dengan jeda waktu 1 jam sekali untuk anakan muray yang berumur kurang dari 3 minggu. Dalam meloloh anakan muray batu penangkar harus tepat dan tetap, penangkar tidak boleh meloloh terlalu kenyang atau kurang kenyang porsinya harus pas kurang lebih 3-4 suap saja. Komposisi pada anakan yang baru dipisah dari induknya adalah kroto wajib di campur dengan pur yang dihaluskan kemudian di seduh dengan air panas, bisa ditambah dengan cacing yang dipotong kecil-kecil. Bila perlu tambahkan vitachick (vitamin untuk anak ayam). Kenapa dengan air panas??sebabnya adalah supaya pur cepat mengembang dan menghindari diare pada anakan muray batu. Ingat adonan pakan anakan muray batu jangan diberikan ketika sudah basi. Ada baiknya sehari kita membuat 2x kali adonan untuk pakan anakan muray batu.
     Setelah anakan berusia 3 minggu porsi makannya perlu kita tambah dan otomatis waktu melolohnya juga dikurangi. Yang sebelumnya tiap 1 jam, untuk anakan yang berusia 3 minggu jeda waktunya adalah 2 jam sekali. Pemberian porsi makannya kira-kira 5-6 suap saja. Kita juga bisa menambahkan ring untuk melatih anakan muray batu nangring.
     Setelah anakan muray berumur 1 bulan kita mulai melatih anakan muray batu untuk memakan sendiri tanpa kita loloh. Tetapi perlu diingat yaitu kita tidak langsung memutus tidak meloloh anakan muray batu. Perlahan kita kurangi waktu melolohnya tetapi selalu kita pantau dan amati saja. Yang perlu kita sediakan untuk melatih anakan burung muray batu agar mau makan sendiri andalah koro segar dan jangkrik yang sudah kita hilangkan kepala dan kakinya. Kita berharap anakan muray batu mau memakan sendiri ketika mulai lapar. Yang tidak kalah penting adalah melakukan penjemuran anakan muray batu, anakan muray batu bisa dijemur ketikan sudah mencapai umur 16 hari, sedangkan waktu yang bagus untuk melakukan penjemuran yaitu antar jam 08.00 – jam 10.00 tetapi itu tidak baku kita mesti sesuaikan faktor cuaca sekitar. Anakan muray kita hentikan penjemuran setelah paruh muray sudah membuka dan anakan muray sudah kelihatan gelisah. Anakan muray batu yang sudah berumur lebih dari 26 hari bisa dilakukan penjemuran sembari dimandiin dengan cara disemprot dengan spray, kapasitas airnya rintik-ringik hujan. Burung muray batu rentan terhadap angin sekalipun muray batu dewasa. Jadi saran saya jangan dikeluarkan ketika sedang banyak angin sekalipun cuaca sedang panas.
     Untuk muray batu hasil lolohan penangkar atau semi alami (lolohan induk) lebih baik sehari-harinya di kerodong karena para pencinta burung muray lebih menyukai muray batu dalam keadaan liar dalam arti tidak jinak. Di samping itu para pencinta burung muray berangkapan semangat bertarungnya atau fighting spiritnya burung muray batu yang liar lebih baik dari pada burung muray batu yang jinak. Karena kita ketahui bahwa ada adu kontes khusus muray batu. Disamping itu kerodong juga untuk menghindarkan burung muray batu dari stres, pakai kain kerodong yang berwarna terang/cerah dan tidak tembus pandang. Gantung sangkar burung muray batu di tempat yang tinggi dan jarang dilalui oleh manusia. Dan tentunya ditempat yang aman, karena sekarang ini burung muray batu jadi incaran sejumlah oknum yang ingin mendapatkan burung muray batu tanpa kerja keras alias maliinnng.
     Dari kedua cara penangkaran atau pengembangbiakan muray batu ada kelebihan dan kekurangan:
Keuntungan dari penangkaran sistem semi alami. Jelas tidak membutuhkan waktu khusus untuk meloloh, tidak membutuhkan perhatian khusus selama diasuh oleh induk muray batu langsung, cenderung pertumbuhan badan anakan muray batu lebih baik di banding dengan sistem lolohan.
Kerugian dari penangkaran sistem semi alami adalah produksifitas indukan berkurang karena indukan mesti mengasuh anaknya lebih dahulu. Induk membutuhkan sekitar 2 bulan untuk membesarkan anaknya ( 2 minggu pengeraman dan penetasan, 6 minggu untuk masa pengasuhan ). Jika ada ada indikasi anak kurang sehat agak sedikit susah mengobati atau menambahkan vitamin, anakan cenderung giras ketika ditempatkan di kandang soliter untuk pembesaran, perlu melatih anakan makan pur sendiri.
Keuntungan dari sistem lolohan adalah anakan bisa di panen pada usia kira-kira 7 hari, produksifitas induk lebih tinggi sehingga dalam waktu satu bulan bisa panen 2 kali, mudah memantau kesehatan dan perkembangan anakan muray batu, sejak dini usah diajari makan pur sehingga saat berumur 1,5 – 2 bulan anakan muray batu bisa makan full pur sendiri, walaupun anakan giras tetapi mudah beradaptasi dengan lingkunan manusia.Kerugian dari sistem lolohan adalah dibutuhkan waktu ekstra untuk merawatnya yaitu meloloh anakan muray sebelum anakan muray batu bisa makan sendiri, membutuhkan perbahatian lebih menyangkut perkembangan dan kesehatan anakan muray batu, anakan lebih jinak karena para pencinta muray batu lebih suka muray yang giras atau liar.
Dari penjelasan diatas penangkar bisa memilih cara yang lebih disukai oleh penangkar.
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
kuakeckaranganyarkebumen
22:08

Belum ada komentar untuk "Cara Budidaya Anakan Burung Muray Batu"

Post a Comment

Newer Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Find Us :

Entri Populer

Blog Archive

  • ▼  2014 (4)
    • ►  October (2)
    • ▼  September (2)
      • Cara Merawat Burung Muray Batu yang Fenomenal
      • Cara Budidaya Anakan Burung Muray Batu
Powered by Blogger.

Labels

  • Info
  • tips

Entri Populer

About Me

kuakeckaranganyarkebumen
View my complete profile
Copyright 2013 BURUNG MURAY BATU - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates